Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5

Senin, 17 Desember 2012

Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Welcome To My Blog

Assalamu'alaikum Wr. Wb


halo para sahabat, sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat temen2 aku yang telah membantu aku dalam pembuatan semua entry yang ada dalam blog ini, sehingga bisa eksis terus (walaupun sebenarnya hasil coba2 sendiri), and tak lupa pula, aku ucapkan terima kasih buat para pengunjung blog ini semoga bisa dimanfaat dengan optimal. 

Oya temen temen tolong di kasih masukan yang membangun ya buat kelangsungan blog ini.
Read more...

Senin, 07 Mei 2012

Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Makalah - Urgensi dan Akuntabilitas Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A. Pendahuluan
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi membentuk masyarakat dunia yang saling ketergantungan. Tatanan dunia mulai mengalami perubahan secara stuktural menuju era globalisasi dalam berbagai berbagaibidang kehidupan . Tatanan dunia saat ini ditandai oleh persaingan antar bangsa ,stabilitas kehidupan suatu bangsa dan hubungan antar bangsa akan memainkan peranan penting. Bagi bangsa Indonesia,abab 21 adalah agrarabab perubahan dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri dan informasi dengan pola- pola kehidupan yang berbeda. Tilaar (1998 :4) mengendentifikasikan berbagai kekuatang global;
Kekuatan global pada umumnya bemuara pada empat kekuatan yakni (1) kemajuan iptek terutama dalam bidang informasi serta inovasi-inovasi baru didalam tehnologi yang mempermudah kehidupan manusia, (2) perdagangan bebas yang ditunjang oleh kemajuan Iptek (3) kerjasama regional dan Internasional yang telah menyatukan kehidupan bangsa-bangsa tanpa mengenalbatas negara dan (4) meningkatkan kesadaran hak azasi manusia serta kewajiban manusia dalam kehidupan bersama dalam demokrasi.

B. Rumusan Masalah
  1. Bagaimanakah Urgensi Pendidikan?
  2. Apakah yang dimaksud Akuntabilitas Pendidikan?
  3. Bagaimanakah proses Akuntabilitas Pendidikan?

C. Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui Urgensi Pendidikan.
  2. Untuk mengetahui maksud dari akuntabilitas pendidikan.
  3. Untuk mengetahui proses akuntabilitas pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Urgensi Pendidikan
Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan : “Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.
Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila –maaf– pendidikan mereka setarap dengan kita. Lalu bagaimana dengan Jepang? si ahli Teknologi itu? Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan bukan untuk kampanye atau hal lain tentang kedudukan seperti yang–maaf– Indonesia lakukan. Tak ubahnya negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang menjadi negara tetangga kita.
Mungkin sedikit demi sedikit Indonesia juga sadar akan pentingnya pendidikan. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei menitikberatkan atau mengambil tema pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa dan seperti yang diberitakan bahwa Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan infrastruktur terkait akses informasi bekerja sama dengan MNC Group, melalui TV berbayarnya, Indovision menyiarkan siaran televisi untuk pendidikan.Dan juga penyediaan taman bacaan di pusat perbelanjaan. Namun apakah pendidikan karakter ini bisa mengubah masalah-masalah yang sering kita hadapi dalam dunia pendidikan?
Didalam UU No.20/2003 tentang sistem pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan: “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, banga dan negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita seperti yang tercantum dalam UU tersebut?

B. Pengertian Akuntabilitas Pendidikan
McAshan (1983) menyebutkan bahwa akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performannya dalam menyelesaikan tujuan yang menjadi tanggungjawabnya. Sedangkan John Elliot (1981:15-16) merinci makna yang terkandung di dalam akuntabilitas, yaitu : (1) cocok atau sesuai (fitting In) dengan peranan yang di harapkan, (2) menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang di ambilnya, (3) performan yang cocok dan dan meminta pertimbangan/penjelasan kepada orang lain.
Akuntabilitas membutuhkan aturan, ukuran atau kriteria, sebagai indikator keberhasilan suatu pekerjaan atau perencanaan. Dengan demikian, maka akuntabilitas adalah suatu keadaan performan para petugas yang mampu bekerja dan dapat memberikan hasil kerja sesuai dengan criteria yang telah di tentukan bersama sehingga memberikan rasa puas pihak lain yang berkepentingan. Sedangkan akuntabilitas pendidikan adalah kemampuan sekolah mempertanggungjawabkan kepada publik segala sesuatu mengenai kinerja yang telah dilaksanakan.
Scorvis D. Anderson dalam bukunya Accountability What, Who, and Whither? Dalam Made Pidarta (1988), menyebutkan lima bagian yang merupakan manifestasi dari akuntabilitas, yaitu : (1) mengontrak performan. Performan di tentukan kriterianya dan disepakati bersama. Artinya pertugas pelaksana tidak boleh menyimpang dari kriteria tersebut. (2) memiliki kunci pembentuk arah dalam bentuk biaya dan usaha performan yang dikontrak/ditentukan, diharapkan tercapai tujuan secara efektif sehingga pengontrak merasa puas. (3) unsur pemeriksaan yang dilakukan oleh orang-orang bebas dan tidak terlibat dalam kegiatan internal, seperti orang tua siswa, masyarakat, atau pemerintah. (4) memberikan jaminan, dalam bidang pendidikan mutu dapat terjamin dengan menggunakan kriteria atau ukuran tertentu. (5) pemberian insentif, diberikan sebagai penghargaan dan dapat di ukur menurut kriteria tertentu, dengan maksud untuk meningkatkan motivasi dan sistem kompetisi dalam meningkatkan performan.
Akuntabilitas dalam bidang pendidikan, seperti yang di katalkan oleh H.H. Mc Ashaan, yaitu : (1) program dan manajemen personalia yang mengarah kepada tujuan, (2) penekanan manajemen yang efektif dan efisien, dan (3) pengembangan program, pengembangan personalia, peningkatan hubungan dengan masyarakat, dan kegiatan-kegiatan manajemen.

C. Tujuan Akuntabilitas Pendidikan
Tujuan akuntabilitas pendidikan adalah agar terciptanya kepercayaan publik terhadap sekolah. Kepercayaan publik yang tinggi akan sekolah dapat mendorong partisipasi yang lebih tinggi pula terdapat pengelolaan manajemen sekolah. Sekolah akan dianggap sebagai agen bahkan sumber perubahan masyarakat. Slamet (2005:6) menyatakan: Tujuan utama akuntabilitas adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja sekolah sebagai salah satu syarat untuk terciptanya sekolah yang baik dan terpercaya. Penyelenggara sekolah harus memahami bahwa mereka harus mempertanggungjawabkan hasil kerja kepada publik.
Selain itu, tujuan akuntabilitas adalah menilai kinerja sekolah dan kepuasaan publik terhadap pelayanan pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah, untuk mengikutsertakan publik dalam pengawasan pelayanan pendidikan dan untuk mempertanggungjawabkan komitmen pelayanan pendidikan kepada publik.
Rumusan tujuan akuntabilitas di atas hendak menegaskan bahwa akuntabilitas bukanlah akhir dari sistem penyelenggaran manajemen sekolah, tetapi merupakan faktor pendorong munculnya kepercayaan dan partisipasi yang lebih tinggi lagi. Bahkan, boleh dikatakan bahwa akuntabilitas baru sebagai titik awal menuju keberlangsungan manajemen sekolah yang berkinerja tinggi.

D. Manfaat Akuntabilitas Pendidikan
Akuntabilitas mampu membatasi ruang gerak terjadinya perubahan dan pengulangan, dan revisi perencanaan. Sebagai alat kontrol, akuntabilitas memberikan kepastian pada aspek-aspek penting perencanaan, antara lain:
  1. Tujuan/performan yang ingin dicapai
  2. Program atau tugas yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan
  3. Cara atau performan pelaksanaan dalam mengerjakan tugas
  4. Alat dan metode yang sudah jelas, dana yang dipakai, dan lama bekerja yang semuanya telah tertuang dalam bentuk alternatife penyelesaikan yang sudah eksak/pasti
  5. Lingkungan sekolah tempat program dilaksanakan
  6. Insentif terhadap pelaksana sudah ditentukan secara pasti.

E. Pelaksana Akuntabilitas Pendidikan
Made Pidarta (1988) menyebutkan bahwa pelaksanaan akuntabilitas ditekankan pada guru, administrator, orang tua siswa, masyarakat serta orang-orang luar lainnya.
Di dalam perencanaan participatory , yaitu perencanaan yang menekankan sifat lokal atau desentralisasi, akuntabilitas ditujukan pada sejumlah personil sebagai berikut.
  1. Manajer/ administrator/ ketua lembaga, sesuai dengan fungsinya sebagai manajer.
  2. Ketua perencana, yang dianggap paling bertanggungjawab atas keberhasilan perencanaan. Ketua perencana adalah dekan, rektor, kepala sekolah, atau pimpinan unit kerja lainnya.
  3. Para anggota perencana, mereka dituntut memiliki akuntabilitas karena mereka bekerja mewujudkan konsep perencanaan dan mengendalikan implementasinya di lapangan.
  4. Konsultan, para ahli perencana yang menjadi konsultan.
  5. Para pemberi data, harus memiliki performan yang kuat mengingat tugasnya memberikan dan menginformasikan data yang selalu siap dan akurat.

F. Langkah-Langkah Akuntabilitas Pendidikan
Made Pidarta (1988) merumuskan langkah-langkah yang harus di tempuh untuk menentukan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan, sebagai berikut:
  1. Menentukan tujuan program yang dikerjakan, dalam perencanaan disebut misi atau tujuan perencanaan.
  2. Program dioperasionalkan sehingga menimbulkan tujuan-tujuan yang spesifik.
  3. Menggambarkan kondisi tempat bekerja.
  4. Menentukan otoritas atau kewenangan petugas pendidikan.
  5. Menentukan pelaksana yang akan mengerjakan program/ tugas. Ia penanggungjawab program, menurut konsep akuntabilitas ia adalah orang yang dikontrak.
  6. Membuat kriteria performan pelaksana yang dikontrak secara jelas, sebab hakekatnya yang dikontrak adalah performan ini.
  7. Menentukan pengukur yang bersifat bebas, yaitu orang-orang yang tidak terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
  8. Pengukuran dilakukan sesuai dengan syarat pengukuran umum yang berlaku, yaitu secara insidental, berkala dan
  9. Hasil pengukuran dilaporkan kepada orang yang berkaitan.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan : “Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.
McAshan (1983) menyebutkan bahwa akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performannya dalam menyelesaikan tujuan yang menjadi tanggungjawabnya. Sedangkan John Elliot (1981:15-16) merinci makna yang terkandung di dalam akuntabilitas, yaitu : (1) cocok atau sesuai (fitting In) dengan peranan yang di harapkan, (2) menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang di ambilnya, (3) performan yang cocok dan dan meminta pertimbangan/penjelasan kepada orang lain.
Made Pidarta (1988) merumuskan langkah-langkah yang harus di tempuh terdapat 9 langkah sebagaimana yang telah dikemukakan di atas.

DAFTAR PUSTAKA

John Vaizey (1982) Pendidikan di Dunia Modern, Gunung Agung Jakarta
M. Ngalim Purwanto, Drs. (1975), Administrasi Pendidikan, Mutiara, Jakarta.
Nanang fatah ( 2000) Landasan Manajemen Pendidikan, Remaja Rosda Karya Bandung
Otang Sutrisna, Prof. Dr, MSc. Ed, (1998) Administrasi Pendidikan. Gunung Agung,
Soegarda Pourbakawatja, Kamus Ensiklopedi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta
http://elfalasy88.wordpress.com/2010/12/01/akuntabilitas-pendidikan/
http://administrasisaiful.blogspot.com/2011/08/pentingnya-pendidikan-bagi-manusia.html
Read more...

Kamis, 18 Agustus 2011

Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Metro TV - Streaming TV Online


Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

TV One - Streaming TV online


Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

ANTV - Streaming TV Online


Read more...

Minggu, 07 Agustus 2011

Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Dunia Matematika Kelas 1, Kismiantin

Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 1, Edi Hernawan

Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Asyiknya Belajar IPA Kelas 1, Sholehudin

Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Asyiknya Belajar IPA Kelas 1, Sholehudin

Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Belajar Bahasa Indonesia itu MenyenangkanKelas 1, Ismail

Read more...

Jumat, 29 Juli 2011

Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Indonesia Pusaka - Lagu Wajib Nasional


Lirik l
Ciptaan : Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

Download klik Disini
Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Syukur - Lagu Wajib Nasional



Lirik Syukur - Lagu Wajib Nasional
Karangan / Ciptaan : H. Mutahar

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan

Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuan

Dari yakinku teguh
Bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Kehadapanmu tuan

Download klik disini
Read more...

Selasa, 26 Juli 2011

Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Nonton Tv Streaming (TV RTRW)

Read more...
Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Bahasa Isyarat (American SIgn Language)

Bahasa isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir, bukannya suara, untuk berkomunikasi. Kaum tunarungu adalah kelompok utama yang menggunakan bahasa ini, biasanya dengan mengkombinasikan bentuk tangan, orientasi dan gerak tangan, lengan, dan tubuh, serta ekspresi wajah untuk mengungkapkan pikiran mereka.

Bertentangan dengan pendapat banyak orang, pada kenyataannya belum ada bahasa isyarat internasional yang sukses diterapkan. Bahasa isyarat unik dalam jenisnya di setiap negara. Bahasa isyarat bisa saja berbeda di negara-negara yang berbahasa sama. Contohnya, Amerika Serikat dan Inggris meskipun memiliki bahasa tertulis yang sama, memiliki bahasa isyarat yang sama sekali berbeda (American Sign Language dan British Sign Language). Hal yang sebaliknya juga berlaku. Ada negara-negara yang memiliki bahasa tertulis yang berbeda (contoh: Inggris dengan Spanyol), namun menggunakan bahasa isyarat yang sama.

UntukIndonesia, sistem yang sekarang umum digunakan adalah Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang sama dengan bahasa isyarat America (ASL - American Sign Language).

 Berikut ini kami tampilkan gambar dan video tentang American Sign Language :
Read more...

Senin, 25 Juli 2011

Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

Nonton Tv Streaming (indoweb.tv : transTv, trans7, Indosiar dll)

    Warung Bebas TV Streaming
    Read more...

    Minggu, 24 Juli 2011

    Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

    HTML TAG CHART

    Read more...
    Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

    Makalah - Evaluasi Pembalajaran -

    KATA PENGANTAR


    Alhamdulillah dengan rahmat dan hidayat Allah SWT. Kami dapat menyelesaikan makalah evaluasi penilaian sekaligus laporan observasi tentang evaluasi pembelajaran yang kita ambil dari lembaga madrasah ibtidaiyah, tepatnya MI. Darun Najah Pagak, yang beralamatkan di jl. Masji Roudlol No. 58 lingkungan Bakalan, kelurahan Pagak, dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun.
    Dan ucapan Jazakumullah Khoiron Katsiron, kami sampaikan kepada Bapak dosen pengampu Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran, Drs. H. Abd. Rouf Cholili, M. Pdi yang senantiasa mengajar sekaligus membimbing kami tentang bagaimana cara menyampaikan kegiatan belajar yang efektif, serta cara penilaian yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bukan sekedar menilai, tapi tidak mengandung unsur-unsur diberlakukan dalam dunia pendidikan.
    Tiada apapun yang kami harapkan, selain makalah sekaligus laporan evaluasi pembelajaran ini dapat bermanfaat, terutama di kalangan mahasiswa, karena merekalah perbendaharaan pengetahuan sekaligus calon hura yang profesional, tentunya tidak keluar dari koridor yang telah ditentukan oleh Kementerian Agama dan Pendidikan.



    Bangil, 17 April 2011








    Penyusun

    DAFTAR PUSTAKA



    BAB I
    PENDAHULUAN



    A. Latar Belakang

    Guru adalah insan yang mulia dan berkedudukan tinggi di mata Tuhan dan mahluknya, karena Guru merupakan sosok suri tauladan untuk anak didiknya, dan profesi guru sangat ideal, bahkan ramai di belantika khalayak masyarakat kita terutama bagi para mahasiswa yang mengambil jurusan Tarbiyah (Pendidikan Agama Islam). Namun tidak sedikit dari mereka yang masih belum mengecivi akan pengertian guru / pendidik, sekaligus hal dan kewajibannya sebagai seorang guru yang profesional. Ia itu didasari dari minimnya mereka aja pengetahuan tentang kebijakan dan undang-undang yang harus dilakukan oleh seorang guru, bahkan tuntutan yang wajib dipenuhi guru, guna menjadi guru yang profesional.
    Dan salah satu kewajiban atau persyaratan bagi guru profesional adalah dapat mengetahui, dan memahami tentang evaluasi (Pengertian, tujuan, dan fungsinya) : kurikulum, silabus, RPP, Promes, Prota, dan sistem penilaian yang layak diberikan kepada calon guru. Berikut ini kami membantu sedikit dengan memaparkan dan menjelaskan tentang evaluasi pembelajaran beserta contoh penilaian pada setiap item soal yang dibuat oleh guru profesional.
    1. Harapan dan Kenyataan
    dalam pembuatan makalah ini, yang telah kami paparkan sedikit tentang Ruang Lingkup evaluasi pembelajaran, sekaligus tentang contoh penilaian yang benar, yang harus diketahui oleh para calon guru, dengan harapan kami dapat membantu perbendaharaan pengetahuan calon guru tersebut, sehingga mereka mampu mengakses dirinya untuk menjadi seorang guru yang profesional energik, di dalam kegiatan belajar mengajarnya.
    1. Rencana pelaksanaan
    guru yang baik adalah guru yang bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan diri. Dalam menyampaikan kegiatan belajar mengajar. Tetapi guru tersebut tentunya sudah mempunyai kiat-kiat dan motivasi bagaimana cara menjadi guru profesional di dalam mencapai kesuksesan dan kelancarannya tentunya sang guru harus merencanakan atau membuat rancangan sebelum ia memulai kegiatannya tersebut. Begitu pula kami dalam menyelesaikan makalah Evaluasi Pembelajaran ini, sebelum dan sesudah kegiatan lapangan yang kami lakukan di lembaga pendidikan MI. Darun Najah, kami melakukan pendekatan kepada semua guru dan personal lembaga tersebut, terutama kepada kepala sekolah (kepsek) yaitu (Bpk.) Sukri, S.Pd guna mendapatkan izin serta demi kelancaran kami di dalam melaksanakan observasi lapangan, tentunya hal ini kami siapkan sedini mungkin, agar kegiatan kami tersebut, tidak mengganggu jalan nya kegiatan belajar mengajar pada lembaga tersebut.
    1. Target atau objek pelaksanaan.
    Dalam tugas observasi lapangan kali ini, dan dalam penyelesaian makalah Evaluasi Pembelajaran, kami memilih lembaga pendidikan MI. Darun Najah, yang beralamat di desa Bakalan, kelurahan Pagak, Kecamatan Beji dikarenakan di lembaga tersebut merupakan salah satu lembaga tingkat percontohan MI. se-kabupaten pasuruan, sekaligus telah mendapatkan keluaran tingkat I MI percontohan. Karena tempatnya yang strategis juga perpaguyuban para personil guru di dalam meningkatkan mengelolah anak didiknya sehingga tidak ada kesalahan bagi kami untuk meragukan sekolahan tersebut.
    Dan target observasi lapangan kami adalah kelas V karena kelas tersebut merupakan salah satu jelas yang bermutu, karena kelas V ini merupakan kelas persiapan diri dan mental dalam melanjutkan ke kelas penutup yaitu kelas VI. Dalam observasi ini sengaja memilih kelas V sebagai target observasi try out kami, dengan tujuan mereka tidak terkejut dalam menghadapi ujian-ujian penentu di kelas VI dan juga agar ada persiapan sebelum mereka menjalani tugas kewajiban di kelas VI yaitu ujian nasional (unas) atau yang sekarang disebut UASBN.

    B. Rumusan masalah

    Dalam pembuatan makalah Evaluasi Pembelajaran sekaligus dalam penyelesaian laporan observasi tentang hasil try out di lembaga pendidikan telah kami cantumkan beberapa rumusan permasalahan diantaranya :
    1. Apa pengertian dari evaluasi itu?
    2. Apa tujuan dan fungsi dari evaluasi itu?
    3. Bagaimana kondisi objek kelas yang menjadi target dari observasi itu?
    Dan juga dalam rumusan masalah kami lengkapi dengan analisa soal try out, pembuatan kisi-kisi, pembuatan soal (terlampir), pelaksanaan evaluasi, penilaian serta analisis.

    C. Tujuan Penulisan

    1. Untuk mengetahui pengertian dari evaluasi.
    2. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi dari evaluasi.
    3. Untuk mengetahui kondisi objek kelas secara langsung.
    Dan juga dapat memahami dari isi yang terlampir dalam BAB III, diantaranya tentang laporan evaluasi soal try out, pembuatan kisi-kisi, pembuatan soal (terlampir), pelaksanaan evaluasi, penilaian serta analisis.


    BAB II
    PEMBAHASAN

    KONDISI OBJEKTIVITAS KELAS

    Adapun analisis kesemuanya tentang pelaksanaan try out demi penuntasan makalah evaluasi pembelajaran akan kami paparkan secara detail dan terperinci baik dari segi keadaan kelas V, administrasi kelas V, keadaan ruang kelas V, serta keadaan halaman luar kelas V, serta kami lengkapi dengan foto-foto yang telah kami akomodasikan sebagai bukti kami dalam melaksanakan observasi Evaluasi Pembelajaran di LPI MI Darun Najah Pagak, diantaranya adalah :
    1. Suasana keadaan kelas V
    Dari penilaian observasi kami di kelas V, kami menyimpulkan bahwa suasana keadaan kelas V ketika itu sangat baik, asri, dan tenang meskipun letak ruangannya langsung menghadap matahari. Namun tidak mempengaruhi semangat siswa/i dalam mengerjakan soal-soal try out yang kami berikan, selain itu juga dikarenakan banyaknya pajangan-pajangan bergambar yang dipajang rapi dan teratur disetiap sudut ruang menambah kenyamanan dan keasrian kelas sekaligus bisa menambah ingatan dan wawasan siswa/i dalam mengenal setiap objek pengetahuan dari masing-masing pajangan tersebut diantaranya tentang tokoh-tokoh pahlawan bangsa, kaligrafi arab, gambar para TNI dalam peristiwa G30S/PKI, Susunan kabinet, serta gambar organ tubuh manusia.
    1. Administrasi kelas V
    Adapun administrasi dan perlengkapan yang ada di dalam kelas V meliputi :
    1. Jumlah meja guru 1 buah
    2. Jumlah kursi guru 1 buah
    3. Jumlah meja siswa/i 18 buah
    4. Jumlah bangku siswa/i 18 buah
    5. Jurnal kelas 1 buah
    6. Data kelas/absen (Bank Data) 1 buah
    7. Papan data administrasi 1 buah
    8. Papan tata tertib 1buah
    9. Papan daftar piket 1 buah
    10. Papan visi misi 1 buah
    11. Papan reward warning 1 buah
    12. Papan jam kejujuran 1 buah
    13. Foto presiden dan wapres RI 1 buah
    14. Papan absensi siswa 1 buah
    15. Papan tata kerama siswa 1 buah
    16. Garuda pancasila 1 buah
    17. Rak buku+ almari+alat kebersihan 1 buah
    18. Pajangan-pajangan terdiri dari :


      • sudut baca
      • pithagoras
      • pembagian
      • perkalian
      • rumus pembagian
      • rumus perkalian
      • papan hasil nilai per mapel

      • gambar susunan gigi
      • gambar metamorfosis
      • gambar jenis-jenis hewan yang terancam punah
      • papan kaligrafi 7 buah
      • pemandangan 6 buah
      • papan jam kejujuran
      • papan foto biografi presiden RI

    1. Keadaan ruang kelas V
    adapun keadaan ruang kelas V setelah kami melakukan observasi, dapat kami laporkan bahwa keadaan ruang kelas V dalam keadaan baik (tidak rusak) mulai dari pintu, atap, jendela, maupun lantainya, karena ruang kelas V belum lama direnovasi, jadi gedung tersebut dalam keadaan baik.
    1. Keadaan halaman luar kelas V
    Setelah kami melakukan observasi, kami dapat mendeskripsikan laporan bahwa keadaan galam luar kelas V cukup baik yang mana pada tiap depan kelas terdapat bermacam-macam bunga di dalam pot yang berbeda ukuran, selain itu juga pada tiap depan kelas terdapat tempat cuci tangan, gambar pemandangan, hewan, yang mana dapat menambah kenyamanan para siswa/i dan guru pada waktu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
    Berikut ini adalah dokumentasi kami pada waktu pelaksanaan observasi beserta kegiatan dan keadaan ruang kelas V.

    BAB IV
    LAPORAN ANALISIS SOAL

    A. Item Soal

    Di dalam pelaksanaan Evaluasi pembelajaran dengan melaksanakan try out kepada siswa/i kelas V MI Darun Najah yang mana terbagi kedalam 2 jenis item soal yakni item soal Multiple choice / pilihan ganda dan item soal essay/uraian, dengan jumlah item soal pilihan ganda berjumlah 30 item dan 5 item soal essay yang pada awal pembuatan soal dibagi secara proporsional yaitu :
    20% item soal sukar
    50% item soal sedang
    30% item soal mudah


    B. Penilaian

    Setelah tahap pembuatan soal dan dilanjutkan dengan pelaksanaan try out, langkah selanjutnya adalah tahap penilaian dengan menggunakan rumus yang telah ada yaitu :


    SKe=skor interval yang diperoleh
    Setelah di peroleh skor awal (Raw Skor) pada masing-masing item soal, maka dapat ditentukan Nilai Akhir dengan menggunakan rumus :








    K
    B = Benar
    S = Salah
    o = Option
    Skor yang diperoleh = jumlah skor pada tiap jenis item soal
    Skor maksimal = skor yang diperoleh apabila benar semua

    eterangan :












    C. Analisis Item Soal
    Dengan menganalisis setiap item soal maka akan dapat diketahui item soal yang tergolong mudah, sedang, dan sukar juga dapat menentukan item soal yang tidak layak digunakan yakni item soal tersebut termasuk kategori terlalu mudah atau terlalu sukar.
    Adapun langkah-langkah dalam menentukan hal tersebut adalah sbb :



    Read more...

    Sabtu, 23 Juli 2011

    Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

    Michael Jackson - Behind The Mask



    Michael Jackson: Behind The Mask Lyrics
    Songwriters: Sakamoto Ryuichi; Jackson Michael Joe;Christopher Mosdell


    Michael Jackson - Behind The Mask


    All along, had to talk about it
    Like a two-edged sword, he touched you and it stabs me
    All along, I knew you were a phony girl
    Sit behind the mask where you control your world

    You sit around and I watch your face
    I try to find the truth, but that's your hiding place
    You say you love me, but it's hard to see
    'cause when he's in your arms you're throwing rocks at me

    Who do you love?
    Is it me now, is it him babe? I don't know
    Who do you love?
    Is it me babe, is it him now? I don't know

    There is nothing in your eyes that's the way you cry
    All is grand, all is bright, you're just studying my mind
    There is nothing in your eyes that's the way you cry
    All is grand, all is bright, you're just studying my mind

    I walk around, I'm suffering in my doom
    When I come to you, you're sitting in your room
    You sit around in the strangest place
    So take off the mask, so I can se your face

    Who do you love?
    Is it me now, is it him babe? I don't know
    Who do you love?
    Is it me babe, is it him now? I don't know

    There is nothing in your eyes that's the way you cry
    All is grand, all is bright, you're just studying my mind
    There is nothing in your eyes that's the way you cry
    All is grand, all is bright, you're just studying my mind

    I walk around suffering in my doom
    When I come to you, you're sitting in your room
    The truth is news, I have longed to trace
    So take off the mask so I can see your face

    Who do you love?
    Is it me baby, is it him now? I don't know
    Who do you love?
    Is it me babe, is it him baby? I don't know
    Who do you love?
    Is it me babe, is it him now? I don't know
    Who do you love?
    Is it me now, is it him baby? I don't know

    Who do you love?
    Is it me baby, is it him now? I don't know
    Who do you love?
    Is it me baby, is it him now? I don't know
    Who do you love?
    Is it me baby, is it him? I want to know
    Who do you love?

    Read more...

    Sabtu, 16 Juli 2011

    Diposting oleh khoirul anwar | 1 komentar

    Nonton Tv Streaming (mivo.tv : transTv, trans7, Indosiar dll)

    Read more...

    Selasa, 17 Mei 2011

    Diposting oleh khoirul anwar | 0 komentar

    makalah sosio drama


    BAB I
    PENDAHULUAN


    Latar belakang

          
    Guru dituntut untuk mampu menyampaikan materi pelajaran dengan baik dan benar, untuk itulah diperlukan suatu metode yang sesuai dengan keadaan siswa agar pembelajaran bisa efektif dan tujuan dari pembelajaran tersebut bisa tercapai.
    Di dalam teori-teori metode pembelajaran akan ditemukan langkah-langkah sesuai dengan metode yang ingin digunakan. Pasti ada kelebihan dan kekurangan dalam masing-masing metode, untuk itulah seorang tenaga pendidik harus pandai-pandai dalam mengatasi kelemahan dari metode yang digunakan.

    Rumusan masalah.

    1)      Apakah yang dimaksud dengan metode pembelajaran sosiodrama ?
    2)      Apakah kebaikan dan kelemahan dari metode sosiodrama ?
    3)      Bagaimanakah kewajaran penggunaan metode sosiodrama ?

    Tujuan penulisan.

    1)      Untuk mengetahui maksud dari metode pembelajaran sosiodrama.
    2)      Untuk mengetahui kebaikan dan kelemahan dari metode sosiodrama.
    3)      Untuk mengetahui kewajaran penggunaan metode sosiodrama.    

    BAB II
    PEMBAHASAN


    A. Definisi dan sejarahnya

    Sosio drama berasal dari kata sosio yang artinya masyarakat, dan darma yang artinya keadaan orang atau peristiwa yang dialami orang, sifat dan tingkah lakunya, hubungan seseorang, hubungan seseorang dengan orang lain dan sebagainya.
    Metode ini sebagai prinsip dasarnya terdapat di dalam al-quran, dimana terjadinya suatu drama yang sangat mengesankan antara Qabil dan Habil. Firman Allah SWT.
    Katakanlah (YA muhammad) kepada mereka itu dengan sebenarnya akan riwayatnya dua orang anak nabi Adam (yang bernama Habil dan Habil). Yaitu ketika keduanya berkorban kepada  Allah. Maka Allah menerima korban salah seorang diantara keduanya, (yaitu Habil). Allah tiada menerima dari lainnya (yaitu Qabil ). Sebab itulah Qabil amarah kepada Habil, seraya katanya: "demi Allah saya akan bunuh engkau", maka dijawab Habil : "sesungguhnya Allah menerima korban dari pada orang-orang yang takut".
    Demi Allah, jika engkau memukul saya dengan tangan engkau karena hendak membunuh saya, maka saya takut akan Allah, yang menjaga semesta alam ini. Saya menghendaki, supaya engkau kembali dengan membawa dosa membunuh saya beserta dosa engkau sendiri. Maka adalah engkau masuk golongan orang-orang yang masuk neraka. Demikian itulah balasan orang-orang yang masuk neraka. Demikian itulah balasan orang -orang yang merugi.
    Kemudian itu Allah mengirim seekor burung gagak yang melubangi tanah dengan paruhnya, dan kakinya, supaya diperlihatkannya kepadanya Qabil itu, bagaimana mestinya ia menguburkan mayat saudaranya. Ketika ia melihat kurung itu seraya berkata : "Amat celaka nasib saya, lemahkah saya memperbuat sebagaimana yang dikerjakan burung gagak ini?. Dengan jalan yang demikian dapat saya mengucurkan mayat saudara saya ini". Maka adalah ia masuk orang-orang yang menyesali diri. (Q.S. Al-Maidah : 27-31)
    kemudian pada ayat berikutnya tuhan menyimpulkan pelajaran di atas. Sebagai berikut : Oleh karena itu kami wajibkan atas bani israil, barang siapa yang membunuh orang bukan karena orang itu bersalah atau berbuat kerusakan di muka bumi ini, seolah-olah ia telah membunuh manusia dan barang siapa memelihara hidup seseorang maka seolah-olah ia memelihara hidup manusia semua dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul sesungguhnya kebanyakan dari mereka sesudah itu melewati batas di atas bumi. (Q.S. Al-Maidah: 31).

    B. Kewajaran metode sosiodrama

    1)      Metode sosiodrama wajar digunakan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang mengandung sifat-sifat sebagai berikut:
    2)      Memahami perasaan orang lain.
    3)      Membagi pertanggungan jawab dan memikulnya.
    4)      Menghargai pendapat orang lain.
    5)      Mengambil keputusan dalam kelompok.
    6)      Memperbaiki hubungan sosial.
    7)      Mengenali nilai-nilai dan sikap-sikap.
    8)      Menanggulangi atau memperbaiki sikap-sikap salah.

    C. Kebaikan metode sosiodrama.

    Keuntungan-keuntungan/kebaikan-kebaikan yang diperoleh dengan melaksanakan metode sosiodrama
    1)      Untuk mengajar peserta didik supaya ia bisa menempatkan dirinya dengan orang lain.
    2)      Guru dapat melihat kenyataan yang sebenarnya dari kemampuan perserta didik
    3)      Sosiodrama menimbulkan diskusi yang hidup.
    4)      Peserta didik akan mengerti sosial psychologis.
    5)      Metode sosiodrama dapat menarik minat peserta didik.
    6)      Melatih peserta didik uuntuk berinisiatif dan berkreasi.

    D. Kelemahannya metode sosiodrama.

    Kelemahan-kelemahan/kekurangan-kekurang metode sosiodrama
    1)      Sukar untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak untuk memecahkan masalah tersebut.
    2)      Perbedaan adat istiadat kebiasaan dan kehidupan. Kehidupan dalam suatu masyarakat akan mempersulit pelaksanaannya.
    3)      Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan menjag pasif.
    4)      Kalau metode ini dipakainya untuk tujuan yang tidak layak.
    5)      Kalau guru kurang bijaksana tujuan yang dicapai tidak memuaskan.

    Cara-cara mengatasi kelemahan – kelemahan Metode Sosiadrama
    Usaha-usaha untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode sosiodrama antara lain ialah :
    1)      Guru harus menerangkan kepada siswa untuk memperkenalkan metode ini, bahwa dengan jalan sosiodrama siswa diharapkan dapat memecahkan masalah hubungan sosial yang aktual ada di masyarakat kemudian guru menunjuk beberapa siswa yang akan berperan masing-masing akan mencari pemecahan masalah sesuai dengan perannya dan siswa yang lain menjadi penonton dengan tugas-tigas tertentu
    2)      Guru harus memilih masalah yang urgen sehingga menarik minat anak. Ia mampu menjelaskan dengan baik dan menarik sehingga siswa terangsang untuk berusaha memecahkan masalah itu.
    3)      Agar siswa memahami peristiwanya maka guru harus bisa menceritakan sambil mengatur adegan yang pertama.
    4)      Bobot atau luasnya bahan pelajaran yang akan didramakan harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Oleh karena itu harus diusahakan agar para pemain berbicara dan melakukan gerakan jangan sampai banyak variasi yang kurang berguna

    E. Langkah-langkah sosiodrama

    pelaksanaan sosiodrama dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
    1)      Persiapan
    2)      Penentuan pelaku atau pemeran.
    3)      Permainan sosiodrama.
    4)      Diskusi.
    5)      Ulangan permainan.

    F. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan sosiodrama

    1)      Masalah yang dijadikan tema berita hendaknya dialami oleh sebagian besar peserta didik-murid.
    2)      Penentuan pemeran hendaknya secara sukarela dan motivasi diri guru.
    3)      Jangan terlalu banyak "disutradarai", biarkan peserta didik mengembangkan kreatifitas dan spontanitas mereka.
    4)      Diskusi diarahkan kepada penyelesaian akhir (tujuan), bukan kepada baik atau tidaknya seseorang peserta didik berperan.
    5)      Kesimpulan diskusi dapat diresumekan oleh guru.
    6)      Sosiodrama bukanlah sandiwara atau Drama saja, melainkan merupakan peranan situasi sosial yang ekspresi dan hanya dimainkan satu babak saja

    BAB III
    PENUTUP

    KESIMPULAN

    a)      Pengertian sosiodrama
    sosio drama berasal dari kata sosio yang artinya masyarakat, dan darma yang artinya keadaan orang atau peristiwa yang dialami orang, sifat dan tingkah lakunya, hubungan seseorang, hubungan seseorang dengan orang lain dan sebagainya.
    b)     Kebaikan dan kelemahan metode sosiodrama
    kebaikan
    kelemahan
    1)      Untuk mengajar peserta didik supaya ia bisa menempatkan dirinya dengan orang lain.
    2)      Guru dapat melihat kenyataan yang sebenarnya dari kemampuan perserta didik
    3)      Sosiodrama menimbulkan diskusi yang hidup.
    4)      Peserta didik akan mengerti sosial psychologis.
    5)      Metode sosiodrama dapat menarik minat peserta didik.
    6)      Melatih peserta didik uuntuk berinisiatif dan berkreasi.

    1)    Sukar untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak untuk memecahkan masalah tersebut.
    2)    Perbedaan adat istiadat kebiasaan dan kehidupan. Kehidupan dalam suatu masyarakat akan mempersulit pelaksanaannya.
    3)    Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan menjag pasif.
    4)    Kalau metode ini dipakainya untuk tujuan yang tidak layak.
    5)    Kalau guru kurang bijaksana tujuan yang dicapai tidak memuaskan.
    c)      Kewajaran metode sosiodrama
    1)      Metode sosiodrama wajar digunakan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang mengandung sifat-sifat sebagai berikut:
    2)      Memahami perasaan orang lain.
    3)      Membagi pertanggungan jawab dan memikulnya.
    4)      Menghargai pendapat orang lain.
    5)      Mengambil keputusan dalam kelompok.
    6)      Memperbaiki hubungan sosial.
    7)      Mengenali nilai-nilai dan sikap-sikap.
    8)      Menanggulangi atau memperbaiki sikap-sikap salah.

    DAFTAR PUSTAKA


    Ramayulis, Prof. Dr. 2008 . Metodologi Pendidikan Agama Islam . Jakarta : KALAM MULIA
    http://alhafizh84.wordpress.com/2010/01/16/metode-sosiodrama-dan-bermain-peranan-role-playing-method/
    http://nesaci.com/metode-sosiodrama-dalam-pembelajaran-di-kelas/
    Read more...